Ketum MPR : Perlu Adanya Radikalisasi Pancasila Sebagai Pedoman Berbangsa dan Bernegara

Ado Richard Senin | 10 September 2018 | 00:26 WIB
Ketum MPR : Perlu Adanya Radikalisasi Pancasila Sebagai Pedoman Berbangsa dan Bernegara
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Hadir sebagai pembicara utama diskusi Aliansi Kebangsaan bertajuk “Partai Politik, Ideologi, Konstitusi dan Kepemimpinan” yang berlangsung di Sultan Residence-Jakarta Selatan pada Jumat (7/9/18) kemarin, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan materi perlu adanya radikalisasi Pancasila dalam rangka mencapai kedaulatan bangsa.

“Demokrasi Pancasila seharusnya melahirkan keadilan dan kesejahtraan, saat ini justru melahirkan sebuah kebencian. Politik tidak ada yang ideal, yang ada hanya kesepakatan saat ini,” ujarnya.

Kesadaran masyarakat saat ini masih kurang dan banyak masa bodonya, padahal peran masyarakat sangat penting sebagai negara demokrasi. Kalo masyarakat tidak merasa punya tanggung jawab, yah sulit, gimana kita bisa mendapatkan perwakilan yang baik.”

“Padahal kita perlu perwakilan baik aparat, dewan maupun pemimpin yang baik, kalo petingginya bagus, demokrasinya juga akan bagus. Itulah mengapa saya katakan pentingnya radikalisasi Pancasila, agar masyarakat, aparat, dan pemimpinnya tahu tanggung jawab mereka,” ujarnya.

Zulkifli juga menambahkan, “Radikalisasi Pancasila penting agar apa yang menjadi pedoman kita berbangsa dan bernegara ini menjadi prilaku kita sehari hari. Masa sudah 73 tahun merdeka masih ribut soal suku, agama, menyebarkan kebencian,? Kuno, itu kenapa saya sampaikan sekali lagi, radikalisasi Pancasila itu penting agar masyarakat memiliki pengetahuan bela negara, politik-politik kebangsaan mestinya,” sambung Zulkifli.

“Menurut saya, bukan yang politik ideal, tapi yang menjadi pr kita bersama ialah bagaimana 5 tahun kedepan itu aman. Contohnya yah saat ini, rupiah sedang terpuruk jangan saling menyalahkan, kita harus tetap dukung pemerintah sebagai upaya tanggung jawab bela negara,” tutup Zulkifli.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo juga menambahkan, "Seperti yang sama-sama kita dengar tadi, radikalisasi Pancasila yang dimaksudkan bapak Zulkifli Hasan memang sangat perlu guna memberikan pengetahuan politik masyarakat dalam berperan aktif membela bangsanya, sejalan dengan yang kami Aliansi Kebangsaan lakukan dengan menjaring para cendikia agar dapat membagikan pandangan mereka terkait nilai-nilai hidup berbangsa dan bernegara," tambah Pontjo.